Minggu, 06 November 2011

Tips memilih burung kacer dada putih untuk lomba versi Agrobis

Popularitas kacer dada putih belakangan ini terus meningkat pesat. Di berbagai lomba di semua blok, hampir selalu dipenuhi peserta. Bahkan panitia atau EO yang menggelar lomba- lomba kecil setingkat latber pun berani membuka sampai dua kelas, kalau evennya sedikit besar berani membuka sampai tiga kelas. Kelas kacer juga termasuk kelas yang tiketnya biasanya akan habis duluan.
Di Sumatera dan Kalimantan, popularitas kacer bahkan lebih tinggi lagi. Burung-burung terbaik di Jawa biasanya akan dipindah ke sana. Untuk menjadi burung terbaik, tentu saja membutuhkan treatmen dan perlakuan tertentu. Selain dasar karakter burung seperti sifat fighter, mental kuat, power tidak lembek, lagu panjang-panjang dan nafas kuat, untuk menjadi juara juga memerlukan tambahan materi yang sifatnya bisa didatangkan dari luar atau eksternal si burung.
Itulah variasi lagu yang bisa dimasukkan melalui burung-burung master. Salah satu tambahan poin yang bisa menentukan burung menjadi juara memang variasi lagunya. Di lapangan di antara suara-suara kacer yang dianggap standar, bila juri mendengar suara yang dianggap unik dan beda dari yang lain bisa menjadi nilai tambah dan menentukan.
Itu sebabnya selain perawatan yang sifatnya merupakan stelan agar mau nampil di arena lomba, pemberian master juga menjadi faktor yang sangat penting. Bila masternya pas burung juga mau dan suka dengan lagu master tersebut sehingga sering dinyanyikan secara periodik dan cara yang merdu niscaya menjadi nilai lebih tersendiri.
Jenis burung apa saja yang biasa dimastefikan untuk kacer dada putih dan bagaimana cara memasterya agar bisa merasuk dengan baik. lnilah pengalaman sejumlah perawat handal kacer yang berhasil disarikan Agrobis Burung.
Suara burung yang dianggap bagus untuk memaster kacer dada putih, di antaranya adalah jenis lovebird, gereja tarung, platuk, srindit sampit, kolibri. Ada pula yang memberikan suara cendet dan glatik.
Model memaster macam-macam. Ada burung yang suka dikerubungi burung master beberapa sekaligus. Namun ada pula burung yang minta didekati suara master satu satu per satu. Artinya, kalau diberi master satu jenis suara sudah masuk kemudian ditambah suara jenis lainnya.
Pemasteran paling efektif dilakukan pada saat burung sedang mabung. Namun, dalam keseharian akan sangat baik kalau selalu mendengar suara master, baik ketika dijemur atau dianginkan, maupun ketika sedang istirahat/tidur.
Ketika setiap saat seperti diindoktrinasi dengan suara tertentu yang kita kehendaki, apalagi bila kita paham karakter suara yang disukai oleh si burung maskot, tentu hasilnya akan lebih baik. Ketika berlomba, suara-suara itu kemudian akan dia keluarkan juga. Kira-kira seperti itu logikanya.
Ciri kacer dada putih fighter
Kacar dada putih secara umum memang lebih fighter ketimbang kacer hitam (kacer Jawa). Itu sebabnya kacer dada putih memang mendominasi di lapangan lomba. Tentu saja faktor ketersediaan di pasar yang jauh lebih banyak juga ikut menjadi faktor.
Sejumlah kicaumania kawakan mencoba membagikan ilmu yang dasarnya adalah “titen” atau berdasarkan pengamatan yang cukup lama. Mereka telah mengumpulkan sejumlah ciri-ciri fisik yang bisa dijadikan patokan untuk memperkirakan apakah kacer tersebut kelak Aakan fighter atau mau tarung atau tidak.
Burung yang fighter dan juara, memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut: Bulu kelihatan kering, tapi bersih dan gilap. Artinya kalau kita menjumpai burung kacer dada putih tapi bulunya kurang bernada kering, biasanya kurang flghter. Mata melotot atau medolo, sampai seperti mau keluar dari dalam kelopaknya.
Mata yang melotot akan terkesan garang, juga awas dalam mengamati sekitarnya. Kalau kita menjumpai kacer dada putih yang matanya kurang melotot, sehingga terlihat lembut dan kalem, bisa diperkirakan si burung kurang tarung.
Bagian paruh terlihat lurus, belahannya memanjang hingga ke belakang sampai mau ke bagian leher atau tenggorokan atau sampai di bawah mata. Jenis yang seperti ini biasanya memiliki volume yang dahsyat dan tembus. Jenis yang seperti ini bisa membuka paruh lebih lebar dari yang belahannya lebih pendek.
Postur badang kecil memanjang, tidak pendek. Kemudian perhatikan bagian ekor, biasanya kempal atau ngumpul, dan tidak mekar atau membuka.
Kacer dada putih bisa dipelihara baik di daerah panas maupun dingin. Paling-paling bila baru pindah, memerlukan sedikit waktu untuk adaptasi.
Menghindari mbagong atau mbedesi
Salah satu kelemahan atau tabu bila kita melombakan kacer adalah mbedesi atau mbagong. Kalau kita punya kacer dan mbagong …. aduhhh malu sekali rasanya. Biasanya akan ditertawakan dan dijadikan bahan ejekan teman-teman, meskipun hanya terjadi di latihan.
Menurut banyak pemain kacer, burung kacer mbagong disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya adalah karena kalah mental. Selain itu, juga karena kelelahan. Burung yang di bagian awal tampil sangat baik, bila sedang tidak fit dipaksakan, maka ketika kelelahan biasanya juga mbagong.
Sehebat-hebatnya kita punya kacer, kalau di akhir-akhir penilaian kemudian mbagong, hampir pasti tidak bisa mendapatkan bendera koncer. Mbagong atau mbedesi benarbenar faktor yang bisa menghilangkan semua sisi-sisi baik lainnya.
Sejumlah orang mencoba melakukan berbagai terapi untuk secara perlahan menghilangkan kebiasaan buruk ini. Misalnya dengan mandi pasir. Caranya, kita ayak pasir halus, kemudian bisa dimasukkan ke bak keramba, kemudian kacer dimasukkan ke keramba.
Cara lain juga bisa dilakukan, tapi sedikit berisiko. Yaitu pasir ditaruh di atas tanah secara merata. Kemudian sangkar ditaruh di bagian atasnya, lantas bagian lantai sangkar ditarik. Jadilah lantai burung langsung terbuka atau terhubung dengan pasir yang sudah ditabur di atas tanah. Pastikan sangkar tidak roboh, karena itu biasanya diberi beban supaya kalau tersenggol secara tidak sengaja, atau kena angin, tidak roboh atau bergeser. Sebab kalau sampai terjadi, burung bisa terbang bebas.
Pada saat mandi pasir burung juga punya kesempatan untuk ngasin. Tapi, di jaman sekarang ngasin bisa dilakukan dengan cara langsung diberi asinan khusus untuk burung berkicau yang produknya juga ada di pasaran, meskipun tidak selalu mudah mendapatkannya.
saya kutip dari http://omkicau.com/2011/05/19/tips-memilih-burung-kacer-dada-putih-untuk-lomba/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar