Minggu, 06 November 2011

Bagaimana cara mencetak Burung Jawara berkualitas..? (Tulisan Om Duto)

Pada pertengahan tahun 2006, saya pernah memperkenalkan hasil riset dan penelitian saya tentang rumus faktor yang menentukan kualitas burung.

Hasil riset ini disambut positip oleh rekan-rekan penghobi burung yang sadar dengan bebe...rapa kekeliruannya selama ini. Karena banyak rekan-rekan penghobi burung justru mengabaikan aspek penting yang sebenarnya justru harus menjadi perhatian serius. Alasan lainnya, masih banyak juga penghobi burung yang masih berfikir dogmatis tentang burung berkicau.

Dengan menggunakan metode sampling rapidtest dan metode konvensional yang dimulai sejak tahun 1991 sampai sekarang di beberapa tempat. Objek riset yang saya gunakan adalah jenis burung-burung yang paling banyak digemari, seperti burung: Murai Batu (Murai Batu Medan, Murai Batu Aceh, Murai Batu Lampung, Burung Murai Batu Lahat, Murai Batu Jambi dan Murai Batu Kalimantan Borneo), Kacer (Kacer Poci, Kacer Hitam, Kacer Kalimantan), Anis Merah (Punglor Merah), Anis Kembang (Pungor Kembang), Kenari, Cucak Hijau (Cucak Ijo), Cendet (Pentet), Tledekan (Sulingan) dan Cucak Rowo (Cucak Rawa).

Hasil riset dan penelitian saya menghasilkan suatu rumusan tentang bagaimana menghasilkan dan mencetak burung berkicau yang berkualitas:

Rumus : Quality = 70% Human (Factor) + 30% Bird (Factor)


Kualitas Burung Berkicau ditentukan 2 Aspek Penting, yaitu:

1. Aspek Polesan (oleh manusia, yaitu pemilik atau perawatnya) akan menentukan maksimal 70% dari kualitas burung itu nantinya.

Meliputi:

A. Identifikasi atau Kenali Karakter Burung. Karakter setiap individu burung tidak akan pernah sama persis, kenali dan pahami baik-baik karakter dari calon jawara milik anda. Ini faktor terpentingnya! Karena dengan mengetahui karakternya secara tepat, akan semakin mudah kita mengatur dan mengoptimalkan kemampuan dari burung tersebut.

B. Pola Perawatan yang Baik dan Konsisten. Mulai dari perawatan harian, perawatan pra lomba dan perawatan pasca lomba.

C. Pelatihan Phisik, yaitu mengumbar di kandang sport atau kandang umbaran dan penjemuran rutin yang tepat.

D. Pengaturan Menu Pakan yang Tepat dan Seimbang (pakan utama, extra fooding, Multivitamin dan Mineral). Disini kita memang dituntut untuk memahami karakter fisiologis dari masing-masing burung. Karena dengan komposisi yang tepat dan seimbang, kemampuan burung akan dapat kita optimalkan. Sangat mustahil kita bisa menyediakan pasokan pakan persis seperti di habitat aslinya, tetapi dengan ketersediaan pakan buatan (voer) yang telah diramu sedemikian rupa, hal ini bukanlah suatu masalah.

E. Melatih mental.
Burung yang jinak belum tentu memiliki mental tempur yang baik, begitu juga sebaliknya. Burung yang sedikit liar belum tentu memiliki mental tempur yang kurang baik. Dalam hal ini, sangat banyak cara untuk melatih mental, antara lain: mengisolasinya untuk beberapa waktu, mengatur secara tepat tingkat birahi dan latihan mental lewat di trek dengan burung sejenis yang kemampuannya lebih rendah. Jangan pernah memaksakan burung yang belum siap untuk diadu atau ditrek dengan burung yang lebih tua umurnya dan lebih gacor. Karena akan membuat mental burung tersebut menjadi down dan menjadi stress. Hal ini akan membuat permasalahan baru yang mungkin akan lebih rumit.

F. Kemampuan beradaptasi. Yaitu melatih kemampuan burung untuk dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan yang baru. Dalam waktu-waktu tertentu usahakan burung tersebut selalu ditempatkan di tempat yang ramai dan suasana tempat yang baru. Sehingga burung akan sangat terbiasa dengan segala perubahan suasana disekitarnya. Tujuannya adalah agar burung terbiasa dan dapat beradaptasi dengan cepat.

G. Pemasteran yang Tepat. (Jangan pernah mengabaikan point ini. Karena baik apa tidaknya burung tersebut berkicau, sangat tergantung dari pemasteran yang selama ini telah kita lakukan)

Explain Point G -> Ada 2 hal penting yang harus diperhatikan dalam pemasteran burung, yaitu:

a. Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung yang akan dimaster. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar. Sangat baik apabila dapat mengikuti trend irama lagu yang ada. Misalnya Tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu dan ngeroll.

b. Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dengan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.


2. Aspek Materi Dasar (yaitu individu dari burung itu sendiri). Akan menentukan maksimal 30% dari kualitas burung itu nantinya.

Meliputi:

- Karakter irama lagu dan kemampuan membawakan lagu.
- Kerapatan speed irama lagu.
- Peak volume suara.
- Tebal tipisnya suara.
- Mental bawaan.
- Karakter bawaan.

Umumnya untuk hal-hal yang menyangkut materi dasar, kita melihat dari dasar katuranggan burung tersebut. Walaupun hal ini tidak sepenuhnya 100% benar.

Ada beberapa acuan untuk pemilihan bahan yang akan dipersiapkan di kancah lomba atau kontes burung berkicau.

Pilihlah materi dasar sebagai berikut:

a. Burung dalam kondisi sehat. (Bulu mengkilap, kedua sayap menutup rapat, mata tidak sayu dan gerakan burung lincah).

b. Postur tubuh seimbang (selaras), proporsional dari paruh sampai ekor.

c. Rajin bunyi, pilihlah materi dasar yang rajin bunyi (minimal rajin ngeriwik).

d. Memiliki banyak variasi irama lagu dan kerapatan speed irama lagu yang baik. (Perhatikan panjangnya paruh, letak posisi lubang hidung pada pangkal paruh, pilihlah paruh yang lebih panjang dan posisi lubang hidung yang mendekati pangkal kepala).

e. Memiliki volume suara tebal dengan peak volume suara diatas rata-rata.
(Perhatikan komposisi besarnya pangkal paruh, tebal paruh dan panjang pendeknya leher).

f. Memiliki mental tarung yang baik, pilihlah yang mempunyai sifat fighter
tinggi. (Bisa dikenali dengan ciri-ciri mata besar melotot, ukuran kepala lebih
besar, posisi kaki bila berdiri sedikit menggangkang dan jari-jari mencengkram
kuat pada tangkringan)

g. Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. (Bisa dikenali dengan pengamatan
pada tingkah laku burung; lebih lincah dan responsif , bagian pupil matanya
bersih dan ukurannya lebih besar).


Bagaimana rekan-rekan..?
Anda mau burung-burung anda berkualitas baik dan selalu berprestasi?

Ikuti Rumus berikut: 70% Aspek Polesan + 30% Aspek Materi Dasar

Selamat mencetak Burung Berkicau Jawara..!
Jadilah Pemenang..!


Sumber:
http://www.kicaumania.org/
http://agroburung.com/
http://www.smartmastering.com/

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar