Selasa, 08 November 2011

Menangkar anis merah

 

Setelah menurunkan tulisan mengenai bentuk kandang penangkaran, saya di-SMS teman yang katanya berniat menangkar anis merah. Dia tanya mengenai bagaimana memulainya. Berkaitan dengan SMS tersebut saya “megambil” tanya jawab yang pernah ada dalam psotingan terdahulu sebagai postingan baru yang saya harapkan bisa menjadi topik tersendiri mengenai penangkaran, khususnya AM.
Pertanyaan waktu itu adalah “mas, bagaimana nangkarim AM sih. Dari mulai pemilihan bibit, kandang, cara menjodohkan dll”.
Jawaban saya adalah sebagai berikut:
Terus terang saya belum berpengalama menangkar AM. Hanya saja, secara garus besarnya bisa saya sampaikan seperti ini:
1. Pemilihan induk: Cari saja AM pejantan yang punya volume tebal/keras, kaki hitam (mental biasanya lebih bagus ketimbang yang kaki putih meski pastilah hal itu tidak mutlak), cukup umur (sekitar 3 tahun); tidak cacat. Untuk betina, cari yang kaki pendek hitam, body bulat (jangan yang kecil); beli yang sudah/sedang birahi yakni ngecir-ngecir kalau ketemu AM jantan.
2. Untuk kandang, ukuran PxLxT minimal 90×90×180 cm. Buatkan kotak untuk sarang yang didekatnya dikasih pintu yang memudahkan kita mengontrolnya; wadah pakan yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak bisa dirambah semut; tenggeran yang cukup; ventilasi udara yang cukup; syukur-syukur dapat matahari pagi; wadah air yang besar; beri dalamnya kuali untuk kita “memelihara cacing” sekaligus pakan AM.
3. Penjodohan, prinsipnya dekatkan terus AM yang akan kita jodohkan. Setelah sekitar sepekan, coba dimandikan bareng di karamba. Kalau masih tarung, berarti belum punya bakat berjodoh. Kalau sudah tidak tarung, coba jadikan dalam satu sangkar besar. Kalau sudah tidak tarung, bisa pindahkan ke kandang penangkaran.
Nah, teman-teman yang berniat menangkar, kalau ada hal-hal yang akan ditanyakan, mangga di-share di sini. Kita diskusikan bareng.

Tips dan info lain:

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).
Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.
2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.
3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Om Kicau Hotline yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung.
SUMBER:http://omkicau.com/2009/02/26/menangkar-anis-merah/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar