Tampilkan postingan dengan label halaman 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label halaman 7. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2011

Bagaimana cara mencetak Burung Jawara berkualitas..? (Tulisan Om Duto)

Pada pertengahan tahun 2006, saya pernah memperkenalkan hasil riset dan penelitian saya tentang rumus faktor yang menentukan kualitas burung.

Hasil riset ini disambut positip oleh rekan-rekan penghobi burung yang sadar dengan bebe...rapa kekeliruannya selama ini. Karena banyak rekan-rekan penghobi burung justru mengabaikan aspek penting yang sebenarnya justru harus menjadi perhatian serius. Alasan lainnya, masih banyak juga penghobi burung yang masih berfikir dogmatis tentang burung berkicau.

Dengan menggunakan metode sampling rapidtest dan metode konvensional yang dimulai sejak tahun 1991 sampai sekarang di beberapa tempat. Objek riset yang saya gunakan adalah jenis burung-burung yang paling banyak digemari, seperti burung: Murai Batu (Murai Batu Medan, Murai Batu Aceh, Murai Batu Lampung, Burung Murai Batu Lahat, Murai Batu Jambi dan Murai Batu Kalimantan Borneo), Kacer (Kacer Poci, Kacer Hitam, Kacer Kalimantan), Anis Merah (Punglor Merah), Anis Kembang (Pungor Kembang), Kenari, Cucak Hijau (Cucak Ijo), Cendet (Pentet), Tledekan (Sulingan) dan Cucak Rowo (Cucak Rawa).

Hasil riset dan penelitian saya menghasilkan suatu rumusan tentang bagaimana menghasilkan dan mencetak burung berkicau yang berkualitas:

Rumus : Quality = 70% Human (Factor) + 30% Bird (Factor)


Kualitas Burung Berkicau ditentukan 2 Aspek Penting, yaitu:

1. Aspek Polesan (oleh manusia, yaitu pemilik atau perawatnya) akan menentukan maksimal 70% dari kualitas burung itu nantinya.

Meliputi:

A. Identifikasi atau Kenali Karakter Burung. Karakter setiap individu burung tidak akan pernah sama persis, kenali dan pahami baik-baik karakter dari calon jawara milik anda. Ini faktor terpentingnya! Karena dengan mengetahui karakternya secara tepat, akan semakin mudah kita mengatur dan mengoptimalkan kemampuan dari burung tersebut.

B. Pola Perawatan yang Baik dan Konsisten. Mulai dari perawatan harian, perawatan pra lomba dan perawatan pasca lomba.

C. Pelatihan Phisik, yaitu mengumbar di kandang sport atau kandang umbaran dan penjemuran rutin yang tepat.

D. Pengaturan Menu Pakan yang Tepat dan Seimbang (pakan utama, extra fooding, Multivitamin dan Mineral). Disini kita memang dituntut untuk memahami karakter fisiologis dari masing-masing burung. Karena dengan komposisi yang tepat dan seimbang, kemampuan burung akan dapat kita optimalkan. Sangat mustahil kita bisa menyediakan pasokan pakan persis seperti di habitat aslinya, tetapi dengan ketersediaan pakan buatan (voer) yang telah diramu sedemikian rupa, hal ini bukanlah suatu masalah.

E. Melatih mental.
Burung yang jinak belum tentu memiliki mental tempur yang baik, begitu juga sebaliknya. Burung yang sedikit liar belum tentu memiliki mental tempur yang kurang baik. Dalam hal ini, sangat banyak cara untuk melatih mental, antara lain: mengisolasinya untuk beberapa waktu, mengatur secara tepat tingkat birahi dan latihan mental lewat di trek dengan burung sejenis yang kemampuannya lebih rendah. Jangan pernah memaksakan burung yang belum siap untuk diadu atau ditrek dengan burung yang lebih tua umurnya dan lebih gacor. Karena akan membuat mental burung tersebut menjadi down dan menjadi stress. Hal ini akan membuat permasalahan baru yang mungkin akan lebih rumit.

F. Kemampuan beradaptasi. Yaitu melatih kemampuan burung untuk dapat beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan yang baru. Dalam waktu-waktu tertentu usahakan burung tersebut selalu ditempatkan di tempat yang ramai dan suasana tempat yang baru. Sehingga burung akan sangat terbiasa dengan segala perubahan suasana disekitarnya. Tujuannya adalah agar burung terbiasa dan dapat beradaptasi dengan cepat.

G. Pemasteran yang Tepat. (Jangan pernah mengabaikan point ini. Karena baik apa tidaknya burung tersebut berkicau, sangat tergantung dari pemasteran yang selama ini telah kita lakukan)

Explain Point G -> Ada 2 hal penting yang harus diperhatikan dalam pemasteran burung, yaitu:

a. Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung yang akan dimaster. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar. Sangat baik apabila dapat mengikuti trend irama lagu yang ada. Misalnya Tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu dan ngeroll.

b. Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dengan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.


2. Aspek Materi Dasar (yaitu individu dari burung itu sendiri). Akan menentukan maksimal 30% dari kualitas burung itu nantinya.

Meliputi:

- Karakter irama lagu dan kemampuan membawakan lagu.
- Kerapatan speed irama lagu.
- Peak volume suara.
- Tebal tipisnya suara.
- Mental bawaan.
- Karakter bawaan.

Umumnya untuk hal-hal yang menyangkut materi dasar, kita melihat dari dasar katuranggan burung tersebut. Walaupun hal ini tidak sepenuhnya 100% benar.

Ada beberapa acuan untuk pemilihan bahan yang akan dipersiapkan di kancah lomba atau kontes burung berkicau.

Pilihlah materi dasar sebagai berikut:

a. Burung dalam kondisi sehat. (Bulu mengkilap, kedua sayap menutup rapat, mata tidak sayu dan gerakan burung lincah).

b. Postur tubuh seimbang (selaras), proporsional dari paruh sampai ekor.

c. Rajin bunyi, pilihlah materi dasar yang rajin bunyi (minimal rajin ngeriwik).

d. Memiliki banyak variasi irama lagu dan kerapatan speed irama lagu yang baik. (Perhatikan panjangnya paruh, letak posisi lubang hidung pada pangkal paruh, pilihlah paruh yang lebih panjang dan posisi lubang hidung yang mendekati pangkal kepala).

e. Memiliki volume suara tebal dengan peak volume suara diatas rata-rata.
(Perhatikan komposisi besarnya pangkal paruh, tebal paruh dan panjang pendeknya leher).

f. Memiliki mental tarung yang baik, pilihlah yang mempunyai sifat fighter
tinggi. (Bisa dikenali dengan ciri-ciri mata besar melotot, ukuran kepala lebih
besar, posisi kaki bila berdiri sedikit menggangkang dan jari-jari mencengkram
kuat pada tangkringan)

g. Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. (Bisa dikenali dengan pengamatan
pada tingkah laku burung; lebih lincah dan responsif , bagian pupil matanya
bersih dan ukurannya lebih besar).


Bagaimana rekan-rekan..?
Anda mau burung-burung anda berkualitas baik dan selalu berprestasi?

Ikuti Rumus berikut: 70% Aspek Polesan + 30% Aspek Materi Dasar

Selamat mencetak Burung Berkicau Jawara..!
Jadilah Pemenang..!


Sumber:
http://www.kicaumania.org/
http://agroburung.com/
http://www.smartmastering.com/

 

Perawatan Kenari Sebelum Dan Akan Lomba

kenari mandi1Perawatan Kenari Sebelum Dan Akan Lomba
Kadang kita sering bingung untuk perawatan burung kenari kita untuk lomba,karena kadang kita sudah mencontoh dan meniru rawatan dan menu pada burung2 kenari yg sudah moncer,tetap saja solusi itu tidak berhasil….. saya ingin bertukan pengalaman dengan rekan2 kicaumania tentang perawatan burung sebelum dan akan lomba burung kenari…. Sebetul nya kesusahan tersebut menurut saya karena tiap personal kenari membutuh kan perawatan yg berbeda,karena berbeda pula karakter sifat dari kenari tsb. cuman ada beberapa yg hampir sama (tapi tetap aja berbeda dalam persiapan/perawatannya)….
Dan yg penting menurut saya hafali lah dulu sifat dan karakter burung kenari momongan kita. (biasanya yang mempunyai sifat fighter lebih bagus yaitu pada kenari berwarna hijau dan kuning,tapi tidak tertutup kemungkinan warna2 lain juga bagus).
cara saya menentukan perawatan kenari yang akan di lombakan :
1.pahami dulu sifat burung tsb.
2.tes burung tsb dengan rawatan harian.
3.setelah mengetahui uji coba dengan rawatan harian,akan di ketahui hasil nya bagaimana….terus perkiraan kita apa yg harus di tambah dan yg harus di kurangi (fooding).
Itu untuk dasar nya….setelah itu sedikit banyak kita tau tentang sifat kenari kita maka yg akan di persiapkan lagi adalah :
1.ketahui kapan kira2 kenari kita birahi (karena menentukan mental tarung kenari tsb)
2.meredam birahi kenari tsb apakah dengan menggunakan betina atau dengan sering dimandikan atau di drop dengan pakan.
Nah setelah tau itu baru saya melakukan untuk harian dan akan lomba :
1.tiap pagi kenari di semprot ngembun sampai basah sah (kecuali cuaca mendung atau hujan tdk saya lakukan)
2.jemur kenari tsb hingga kering dan semaksimal ketahanan kenari tsb (tiap kenari berbeda ketahanan tubuh nya terhadap sinar matahari)
3.sambil di jemur saya tidak memberikan pakan hanya air saja.
4.untuk sayuran dan buah saya berikan tiap hari (selada/cai sim dan apel)
5.untuk telur saya berikan 1 minggu 2x sampai 3x (unutk mencegah gemuk dan mencegah cepat birahi)
6.hari sabtu,saya tidak menyemprot hingga basah sah,tetapi cukup kena air saja dan di angin2 (tidak di jemur) tapi jng di taruh di tempat yg dingin.Burung di pindah sangkar lomba,menu saya tambah dengan kroto putih sedikit saja dan apel/selada.Dan ada yg di beri CEDE ada yg tidak tergantung burung,bgt juga dengan telur ada yg di beri ada yg tidak.
7.hari minggu pagi sebelum berangkat lomba,berikan apel/selada dan kroto putih sedikit saja.
Untuk di lapangan :
 sing canary1
1.semprot kenari tersebut ,untuk kebasahan penyemprotan saya melihat birahi kenari tsb,apabila agak birahi saya semprot agak basah,apabila tidak saya semprot sedikit saja (dan melihat cuaca).
2.jemur kenari tersebut,lalu angin2 kan
3.krodong kenari tersebut.
4.cabut pakan dan minum kenari sebelum 1/2 season jadwal kenari kita untuk turun ke lomba.
5.untuk penggantangan lihat sifat kenari,jadi kita bisa tahu apa ini harus di gantang
awal atau tengah/akhir.
Nah mungkin itu cara2 saya dalam merawat kenari untuk lomba semoga dapat membantu kita dalam merawat gacoan kenari kita untuk lomba. Apabila ada yg salah atau berbeda mohon di tambahkan dan kritik. Trims dan salam Kicaumania.
NB:Apabila tetap tidak jalan dengan segala cara padahal anda mempunyai burung kenari yang memiliki,volume keras,lagu istimewa,panjang lagu,dan gaya yang antik…saya dengan senang hati menerima hibahan gratis dari anda kenari tersebut…hehehehe
karena mungkin `LAIN LADANG LAIN LUBUK

TLEDEKAN (SULINGAN)

 
 
Burung Tledekan (Sulingan)
Karakter dan sifat burung Tledekan, cara memilih burung Tledekan, cara merawat burung Tledekan, cara memaster burung Tledekan, tips seputar burung Tledekan.
 

TIPS PANDUAN BURUNG TLEDEKAN (SULINGAN)


Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Tledekan / Burung Sulingan
 
Berdasarkan Riset SMART MASTERING - WWW.SMARTMASTERING.COM

Burung Tledekan (Burung Sulingan) adalah salah satu burung petarung sebagaimana juga burung Murai Batu dan burung Kacer. Sifat tarungnya muncul seiring dengan bertambahnya umur dan tingkat birahi.
 
Burung Tledekan sama seperti burung-burung petarung lainnya yang memiliki daerah teritorial. Suaranya yang enak didengar membuat para penggemarnya tidak mudah pindah ke lain hati. Perawatan burung Tledekan sangat mudah dan menyenangkan.
 
KARAKTER DASAR BURUNG TLEDEKAN
  • Mudah beradaptasi, burung ini sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
  • Petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara burung Tledekan lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar. Disamping itu, burung ini bersifat teritorial yang berusaha mengusir rivalnya.
  • Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Tledekan betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
  • Bermental baja. Hampir rata-rata burung ini memiliki sifat mental yang sangat baik sebagai petarung.
Tledekan Bambu
 
PEMILIHAN BAHAN BURUNG TLEDEKAN YANG BAIK

(CIRI-CIRI BURUNG TLEDEKAN YANG BAIK DARI KATURANGGAN)

 
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Tledekan.
  • Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Tledekan jantan dapat dilihat warna bulu yang tegas mengkilap dan kontras.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Mirip seperti paruh bebek. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Kepala berbentuk besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Dengan ciri ini mempunyai peluang besar untuk mendapatkan gaya tarung yang nyengklek.
  • Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG TLEDEKAN

  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Tledekan. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Tledekan  yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.
Voer
Jangkrik
Kroto
Ulat Hongkong
Belalang
Ulat Bambu
 
 
PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG TLEDEKAN
 
Perawatan harian untuk burung Tledekan relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
 
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Tledekan:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
  • Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
  •  Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
  • Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 3x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi, hari Kamis pagi dan Sabtu pagi.
  • Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 1x seminggu. contoh setiap hari Selasa pagi.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
PENANGANAN APABILA BURUNG TLEDEKAN OVER BIRAHI
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
  • Berikan Ulat Bambu 1 ekor setiap pagi selama 3 hari berturut-turut.
  • Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00).
  • Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
  • Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.
PENANGANAN APABILA BURUNG TLEDEKAN KONDISINYA DROP
  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi setiap pagi.
  • Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
  • Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
  • Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Tledekan lain dahulu.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
 
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG TLEDEKAN UNTUK LOMBA
 
Perawatan lomba untuk burung Tledekan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung Tledekan agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
 
Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Tledekan yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Tledekan:
  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 4 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja. Dan pemberian Kroto dapat diberikan setiap pagi.
  • 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.
PENTING
  • Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Tledekan lain.
  • Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.
 
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG TLEDEKAN PASCA LOMBA
 
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Tledekan:
  • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  • Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
 
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG TLEDEKAN MABUNG
 
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Tledekan pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung Tledekan menjadi rusak.
 
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung Tledekan meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung Tledekan butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
 
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
 
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Tledekan:
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG TLEDEKAN (SULINGAN)
 
Irama lagu yang dimiliki burung Tledekan memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung Tledekan. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung Tledekan janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.
 
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
  • Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
  • Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  • Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
 
Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya;
Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
 
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung Tledekan adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).
 
Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung Tledekan tersebut. Supaya irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.
saya kutip dari http://smartmastering.com/tips-cara-merawat-burung-tledekan.html

Tips memilih burung kacer dada putih untuk lomba versi Agrobis

Popularitas kacer dada putih belakangan ini terus meningkat pesat. Di berbagai lomba di semua blok, hampir selalu dipenuhi peserta. Bahkan panitia atau EO yang menggelar lomba- lomba kecil setingkat latber pun berani membuka sampai dua kelas, kalau evennya sedikit besar berani membuka sampai tiga kelas. Kelas kacer juga termasuk kelas yang tiketnya biasanya akan habis duluan.
Di Sumatera dan Kalimantan, popularitas kacer bahkan lebih tinggi lagi. Burung-burung terbaik di Jawa biasanya akan dipindah ke sana. Untuk menjadi burung terbaik, tentu saja membutuhkan treatmen dan perlakuan tertentu. Selain dasar karakter burung seperti sifat fighter, mental kuat, power tidak lembek, lagu panjang-panjang dan nafas kuat, untuk menjadi juara juga memerlukan tambahan materi yang sifatnya bisa didatangkan dari luar atau eksternal si burung.
Itulah variasi lagu yang bisa dimasukkan melalui burung-burung master. Salah satu tambahan poin yang bisa menentukan burung menjadi juara memang variasi lagunya. Di lapangan di antara suara-suara kacer yang dianggap standar, bila juri mendengar suara yang dianggap unik dan beda dari yang lain bisa menjadi nilai tambah dan menentukan.
Itu sebabnya selain perawatan yang sifatnya merupakan stelan agar mau nampil di arena lomba, pemberian master juga menjadi faktor yang sangat penting. Bila masternya pas burung juga mau dan suka dengan lagu master tersebut sehingga sering dinyanyikan secara periodik dan cara yang merdu niscaya menjadi nilai lebih tersendiri.
Jenis burung apa saja yang biasa dimastefikan untuk kacer dada putih dan bagaimana cara memasterya agar bisa merasuk dengan baik. lnilah pengalaman sejumlah perawat handal kacer yang berhasil disarikan Agrobis Burung.
Suara burung yang dianggap bagus untuk memaster kacer dada putih, di antaranya adalah jenis lovebird, gereja tarung, platuk, srindit sampit, kolibri. Ada pula yang memberikan suara cendet dan glatik.
Model memaster macam-macam. Ada burung yang suka dikerubungi burung master beberapa sekaligus. Namun ada pula burung yang minta didekati suara master satu satu per satu. Artinya, kalau diberi master satu jenis suara sudah masuk kemudian ditambah suara jenis lainnya.
Pemasteran paling efektif dilakukan pada saat burung sedang mabung. Namun, dalam keseharian akan sangat baik kalau selalu mendengar suara master, baik ketika dijemur atau dianginkan, maupun ketika sedang istirahat/tidur.
Ketika setiap saat seperti diindoktrinasi dengan suara tertentu yang kita kehendaki, apalagi bila kita paham karakter suara yang disukai oleh si burung maskot, tentu hasilnya akan lebih baik. Ketika berlomba, suara-suara itu kemudian akan dia keluarkan juga. Kira-kira seperti itu logikanya.
Ciri kacer dada putih fighter
Kacar dada putih secara umum memang lebih fighter ketimbang kacer hitam (kacer Jawa). Itu sebabnya kacer dada putih memang mendominasi di lapangan lomba. Tentu saja faktor ketersediaan di pasar yang jauh lebih banyak juga ikut menjadi faktor.
Sejumlah kicaumania kawakan mencoba membagikan ilmu yang dasarnya adalah “titen” atau berdasarkan pengamatan yang cukup lama. Mereka telah mengumpulkan sejumlah ciri-ciri fisik yang bisa dijadikan patokan untuk memperkirakan apakah kacer tersebut kelak Aakan fighter atau mau tarung atau tidak.
Burung yang fighter dan juara, memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut: Bulu kelihatan kering, tapi bersih dan gilap. Artinya kalau kita menjumpai burung kacer dada putih tapi bulunya kurang bernada kering, biasanya kurang flghter. Mata melotot atau medolo, sampai seperti mau keluar dari dalam kelopaknya.
Mata yang melotot akan terkesan garang, juga awas dalam mengamati sekitarnya. Kalau kita menjumpai kacer dada putih yang matanya kurang melotot, sehingga terlihat lembut dan kalem, bisa diperkirakan si burung kurang tarung.
Bagian paruh terlihat lurus, belahannya memanjang hingga ke belakang sampai mau ke bagian leher atau tenggorokan atau sampai di bawah mata. Jenis yang seperti ini biasanya memiliki volume yang dahsyat dan tembus. Jenis yang seperti ini bisa membuka paruh lebih lebar dari yang belahannya lebih pendek.
Postur badang kecil memanjang, tidak pendek. Kemudian perhatikan bagian ekor, biasanya kempal atau ngumpul, dan tidak mekar atau membuka.
Kacer dada putih bisa dipelihara baik di daerah panas maupun dingin. Paling-paling bila baru pindah, memerlukan sedikit waktu untuk adaptasi.
Menghindari mbagong atau mbedesi
Salah satu kelemahan atau tabu bila kita melombakan kacer adalah mbedesi atau mbagong. Kalau kita punya kacer dan mbagong …. aduhhh malu sekali rasanya. Biasanya akan ditertawakan dan dijadikan bahan ejekan teman-teman, meskipun hanya terjadi di latihan.
Menurut banyak pemain kacer, burung kacer mbagong disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya adalah karena kalah mental. Selain itu, juga karena kelelahan. Burung yang di bagian awal tampil sangat baik, bila sedang tidak fit dipaksakan, maka ketika kelelahan biasanya juga mbagong.
Sehebat-hebatnya kita punya kacer, kalau di akhir-akhir penilaian kemudian mbagong, hampir pasti tidak bisa mendapatkan bendera koncer. Mbagong atau mbedesi benarbenar faktor yang bisa menghilangkan semua sisi-sisi baik lainnya.
Sejumlah orang mencoba melakukan berbagai terapi untuk secara perlahan menghilangkan kebiasaan buruk ini. Misalnya dengan mandi pasir. Caranya, kita ayak pasir halus, kemudian bisa dimasukkan ke bak keramba, kemudian kacer dimasukkan ke keramba.
Cara lain juga bisa dilakukan, tapi sedikit berisiko. Yaitu pasir ditaruh di atas tanah secara merata. Kemudian sangkar ditaruh di bagian atasnya, lantas bagian lantai sangkar ditarik. Jadilah lantai burung langsung terbuka atau terhubung dengan pasir yang sudah ditabur di atas tanah. Pastikan sangkar tidak roboh, karena itu biasanya diberi beban supaya kalau tersenggol secara tidak sengaja, atau kena angin, tidak roboh atau bergeser. Sebab kalau sampai terjadi, burung bisa terbang bebas.
Pada saat mandi pasir burung juga punya kesempatan untuk ngasin. Tapi, di jaman sekarang ngasin bisa dilakukan dengan cara langsung diberi asinan khusus untuk burung berkicau yang produknya juga ada di pasaran, meskipun tidak selalu mudah mendapatkannya.
saya kutip dari http://omkicau.com/2011/05/19/tips-memilih-burung-kacer-dada-putih-untuk-lomba/
 

CUCAK JENGGOT - KAPAS TEMBAK

 
 
 
Burung Cucak Jenggot - Kapas Tembak
Karakter dan sifat burung Cucak Jenggot - Kapas Tembak, cara memilih burung Cucak Jenggot - Kapas Tembak, cara merawat burung Cucak Jenggot - Kapas Tembak, cara memaster burung Cucak Jenggot - Kapas Tembak, tips seputar burung Cucak Jenggot - Kapas Tembak.
 

TIPS PANDUAN BURUNG CUCAK JENGGOT DAN KAPAS TEMBAK

 
Pemilihan Bakalan (Bahan), Perawatan Harian, Perawatan Pra Lomba, Perawatan Pasca Lomba dan Perawatan Mabung untuk Burung Cucak Jenggot dan Burung Kapas Tembak
 
Berdasarkan Riset SMART MASTERING - WWW.SMARTMASTERING.COM
 
Burung Cucak Jenggot dan Burung Kapas Tembak umumnya digunakan sebagai burung master. Tetapi banyak juga yang menjadikan burung ini sebagai burung lomba di lapangan, sangat banyak juga jenis burung ini yang mendulang prestasi dan penyumbang poin dalam suatu lomba.
 
Pamornya makin menanjak seiring dengan ramainya lomba burung berkicau di Tanah Air. Memelihara dan merawat burung jenis ini sangatlah mudah. 
 
KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK JENGGOT DAN BURUNG KAPAS TEMBAK
  • Non fighter. Burung ini bukanlah burung petarung, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.
  • Agresor. Apabila disekitarnya ada suara burung lain yang memiliki frekuensi tinggi, burung ini langsung menimpali.
Cucak Jenggot
 

PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK JENGGOT DAN BURUNG KAPAS TEMBAK YANG BAIK

(CIRI-CIRI YANG BAIK DARI KATURANGGAN)
 
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  • Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut  sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  • Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  • Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  • Warna bulu tegas dan kering, diyakini memiliki irama lagu yang sangat panjang.
  • Memiliki Jambul dan Jenggot yang lebih besar. Burung akan mempunyai wibawa yang besar apabila berhadapan dengan burung Cucak Jenggot dan burung Kapas Tembak lain. 
MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK JENGGOT DAN KAPAS TEMBAK
  • Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
  • Buah Segar, burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung Vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
Pisang Kepok
Pepaya
Pir
Alpukat
Apel Merah
Tomat
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberian EF tersebut.
Voer
Jangkrik
Kroto
Ulat Hongkong
Belalang
Ulat Bambu


PERAWATAN DAN STELAN HARIAN BURUNG CUCAK JENGGOT DAN KAPAS TEMBAK

 
Perawatan harian untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
 
Berikut ini Pola Perawatan Harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak:
  • Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
  • Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
  • Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
  • Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak lain.
  • Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
  • Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
  • Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
PENTING
  • Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 3x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi, hari Kamis pagi dan hari Sabtu pagi.
  • Ulat Hongkong dapat diberikan 5 ekor 3x seminggu.
  • Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
  • Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.
Cucak Jenggot Juara
 
PENANGANAN APABILA KONDISINYA OVER BIRAHI
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore.
  • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore.
  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja.
PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
  • Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore.
  • Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 5x seminggu.
  • Mandi dibuat 3 hari sekali saja.
  • Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari.
 
PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA
 
Perawatan lomba untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan hariannya. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil.
 
Kunci keberhasilan perawatan lomba untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak:
  • H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
  • 1 Jam sebelum di gantang lomba, berikan Jangkrik 2 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
PENTING
  • Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
  • Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.
 
PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA
 
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
 
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Pasca Lomba untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak:
  • Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
  • Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
  • Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.
 
PERAWATAN DAN STELAN BURUNG CUCAK JENGGOT DAN BURUNG KAPAS TEMBAK PADA MASA MABUNG
 
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak.
 
Pada masa mabung, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal.
 
Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
 
Berikut ini Pola Perawatan Masa Mabung untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak: 
  • Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
  • Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari.
  • Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan  untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
  • Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
  • Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
  • Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.

SUARA MASTER YANG BAIK UNTUK BURUNG CUCAK JENGGOT DAN BURUNG KAPAS TEMBAK
 
Irama lagu yang dimiliki burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak memegang peranan yang sangat penting di dalam penilaian lomba burung berkicau. Karena kembali kepada filosofi burung berkicau, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuan berkicaunya (irama lagu).

Memilih suara-suara master untuk burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak janganlah terfokus hanya memilih suara-suara master yang kedengarannya unik dan bagus.
 
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan;
  • Kesesuaian irama lagu dan frekuensi antara suara master dengan burung andalan kita. Ketidaksesuaian suara master dengan burung akan menyebabkan lagu yang fals dan tidak enak didengar.
  • Mengikuti Trend Lagu yang ada. Misalnya tonjolan dan tembakan yang sedang digandrungi pada saat ini adalah tonjolan dengan speed rapat divariasikan dengan irama lagu yang ngeroll.
  • Variasi irama lagu yang mewah. Yang dimaksud irama lagu yang mewah disini bukanlah suara tonjolan yang keras, tetapi kita harus bisa memilih suara-suara master yang memiliki variasi speed yang selaras dan irama lagu yang memiliki cengkok dan mengalun.
Sangat banyak metode dan cara-cara yang dapat dilakukan di dalam proses pemasteran burung berkicau. Dan juga banyak sekali berkembang mitos-mitos yang keliru dalam prakteknya dilapangan.
 
Salah satu mitos aneh yang berkembang, yaitu burung yang akan di master harus melihat burung masternya, agar burung yang di master dapat menirukan gaya bunyi dan cara membuka mulut burung master tersebut. Mitos lainnya yaitu proses pemasteran burung berkicau harus menunggu burung dalam keadaan ganti bulu atau mabung.

Sebenarnya;
Pemasteran dapat kita lakukan tidak harus menunggu burung berkicau dalam keadaan mabung atau berganti bulu. Burung berkicau dalam keadaan normal, bahkan dalam keadaan top form pun juga dapat dilakukan pemasteran.
 
Ada Mitos yang mengatakan pemasteran burung harus menunggu masa burung mabung. Alasannya karena; Pada saat mabung, burung berkicau cenderung untuk banyak diam dan sangat jarang sekali berkicau. Burung yang banyak diam pada masa mabung tersebut, cenderung untuk lebih banyak menggunakan waktunya untuk menyimak dan mengolah suara-suara yang ada disekelilingnya. Apabila suara yang didengarnya sesuai dengan tipikal karakter suaranya, maka akan direkam dan ditirukan.

Kunci keberhasilan dalam memaster burung Cucak Jenggot dan Kapas Tembak adalah memaster burung dengan suara-suara master (burung master) yang cocok dan sesuai dengan karakter dasar lagu burung yang akan di master (burung maskot).
 
Satu lagi yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memperdengarkan suara-suara master tersebut secara berkala (Feedback) kepada burung andalan kita. Agar irama lagu yang sudah ada tidak hilang dan menjadi rusak.
saya kutip dari http://smartmastering.com/tips-cara-merawat-burung-cucak-jenggot.html