Tampilkan postingan dengan label halaman 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label halaman 2. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2011

Bukan sekedar teori dalam memilih trotolan AK

maksud tulisan ini, adalah bukan sekedar teori dalam memilih trotolan AK, tetapi dari hasil pengamatan n pengalaman selama 8 tahun lebih jadi penangkar n sekaligus mainan AK.

Mencari bahan Ak yang bagus memang tidak gampang, perlu tips2 khusus sebelum membeli. Untuk mendapatkan bahan / trotolan AK yang punya kualifikasi burung bagus, dapat dilakukan dipasar burung manapun, meski prosentasenya minim atau bisa juga ditempat penangkaran .

Kalau beli dipasar harus teliti, ajak temen yang mengetahui ilmu per AK nan. Kalau mental bakul semua sama he he pasti bilang semua bagus n semua jantan.

Kalau beli di tempat penangkaran : kenali penangkarannya,kejujurannya, koleksinya, info track recordnya, Sukur yang basicnya pelomba. Karena akan tahu criteria burung-burung yang masuk kualifikasi di lomba. Perhatikan juga produk-2 anakannya,

Langkah berikutnya perlu memperhatikan tips-2 bagaimana memilih bahan AK yang mempunyai katuranggan / ciri-ciri yang bagus, supaya nantinya punya prospek n bisa membanggakan pemiliknya. Silahkan di simak pendapat dari moderator belajaran... hehehe

Hal-2 yang perlu diperhatikan :

1. Trotolan harus lincah, dan sehat, kelihatan dari geraknya, phisiknya yang utuh dan
juga bulunya mulus sehat.

2. Perhatikan dari ujung paruh sampai ujung kaki :

a. Paruh: pilih paruh yang tebal panjang, agak sedikit melengkung dan ujungnya
runcing, biasanya menandakan volume kenceng dan tajam.
b. Garis putih kekuningan dipangkal (belakang) paruh cari yang panjang, semakin
panjang mendekati bawah mata, dan bentuknya agak melengkung, sebagai ciri
mambawakan lagunya ngerol panjang dan suwek (buka paruh lebar)
c. Rahang: kalau jantan pasti rahangnya besar dan kokoh, juga serasi dengan bentuk
paruhnya, ini menunjang juga dan di volume
d. Kepala: pilih kepala yang kotak pendek, bentuknya tidak besar ini mayoritas
menunjukkan jantan yang cerdas
e. Mata: pilih trotolan yang punya mata besar, bersinar dan belotot, menunjukkan
mental dan jiwa tempurnya tinggi.
f. Leher: pilih leher yang agak besar/istilahnya leher beton, menandakan tahan lama
kalau ngerol.
g. Body : Pilih AK yang mempunyai body panjang dan ramping, menandakan burung
cepat bunyi dan receh, burung yang seperti ini tidak punya bakat gemuk.
h. Sayap: Cari trotol yang punya sayap panjang hampir sama dengan ekor, punya gaya
eksotis bagus kalau ngerol
i. Bulu: Mulus dan mengkilap sebagai tanda kalau burungnya terawat dan sehat
j. Kaki: Kalau trotolan AK cari yang punya kaki panjang yang kokoh, ini menunjang di
saat ngerol pasti tegap dan lurus. Pilih juga yang punya kaki kering meskipun umur
baru 1,5-2 bln. Karena burung ini cepet dewasa n stabil.
k. Ekor: Cari yang ekornya panjang serasi dengan body.
l. Kondisi burungnya ramping, singset dan bulunya rapi (kalau sudah berumur 1,5-2
bulan n kondisi terawat)

Kalau burung prospek, bentuknya rata-2 cakep, proporsional atau serasi, dilihat dari ujung paruh, sampai ujung kaki, juga tongkrongannya.(kelihatan pede)



gambar-2 ini hanya sebagai contoh saja :













Ilmu yang sangat berguna untuk memilih trotolan prospek Om. Mau nambah dikit aja Om Heri. Kalo dilihat dari postur tubuh, aku sangat menyukai yang bentuk punggungnya yang sedikit cekung (ndegek bhs jawanya) seperti foto no: 1,2 dan 3 krn volume suara kerasnya dah standart lomba dech. Kalo melihat dada depan aku suka trotol jantan yang dah kelihatan dadanya membelah mulai dari perut sampe dada. Itu menandakan bahwa bodinya gampang merit dan pasti cepat bunyi. Setelah itu lihat, apakah trotolan AK ini doyan EF khususnya jangkrik apa tidak. Kalo semua kriteria fisik udah terpenuhi, AKnya doyan jangkrik dan amunisi rupiah cukup ya langsung bungkus aja Om. Cuman kalo cari trotolan AK seperti kriteria di atas sulitnya minta ampun dech.....hehehe..
sumber:http://www.kicaumania.org/forums/showthread.php?39234-Bukan-sekedar-teori-dalam-memilih-trotolan-AK-versi-HeriGatBf&p=872100

Selasa, 08 November 2011

Menangkar anis merah

 

Setelah menurunkan tulisan mengenai bentuk kandang penangkaran, saya di-SMS teman yang katanya berniat menangkar anis merah. Dia tanya mengenai bagaimana memulainya. Berkaitan dengan SMS tersebut saya “megambil” tanya jawab yang pernah ada dalam psotingan terdahulu sebagai postingan baru yang saya harapkan bisa menjadi topik tersendiri mengenai penangkaran, khususnya AM.
Pertanyaan waktu itu adalah “mas, bagaimana nangkarim AM sih. Dari mulai pemilihan bibit, kandang, cara menjodohkan dll”.
Jawaban saya adalah sebagai berikut:
Terus terang saya belum berpengalama menangkar AM. Hanya saja, secara garus besarnya bisa saya sampaikan seperti ini:
1. Pemilihan induk: Cari saja AM pejantan yang punya volume tebal/keras, kaki hitam (mental biasanya lebih bagus ketimbang yang kaki putih meski pastilah hal itu tidak mutlak), cukup umur (sekitar 3 tahun); tidak cacat. Untuk betina, cari yang kaki pendek hitam, body bulat (jangan yang kecil); beli yang sudah/sedang birahi yakni ngecir-ngecir kalau ketemu AM jantan.
2. Untuk kandang, ukuran PxLxT minimal 90×90×180 cm. Buatkan kotak untuk sarang yang didekatnya dikasih pintu yang memudahkan kita mengontrolnya; wadah pakan yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak bisa dirambah semut; tenggeran yang cukup; ventilasi udara yang cukup; syukur-syukur dapat matahari pagi; wadah air yang besar; beri dalamnya kuali untuk kita “memelihara cacing” sekaligus pakan AM.
3. Penjodohan, prinsipnya dekatkan terus AM yang akan kita jodohkan. Setelah sekitar sepekan, coba dimandikan bareng di karamba. Kalau masih tarung, berarti belum punya bakat berjodoh. Kalau sudah tidak tarung, coba jadikan dalam satu sangkar besar. Kalau sudah tidak tarung, bisa pindahkan ke kandang penangkaran.
Nah, teman-teman yang berniat menangkar, kalau ada hal-hal yang akan ditanyakan, mangga di-share di sini. Kita diskusikan bareng.

Tips dan info lain:

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).
Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.
2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.
3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Om Kicau Hotline yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung.
SUMBER:http://omkicau.com/2009/02/26/menangkar-anis-merah/

Membedakan jenis kelamin lovebird


Membedakan jenis kelamin lovebird termasuk pekerjaan gampang-gampang susah. Gampang untuk jenis-jenis tertentu tetapi susah untuk jenis lainnya, apalagi kalau masih anakan. Untuk membedakan jenis kelamin lovebird bisa digunakan cara sederhana sampai yang ilmiah.
Berikut ini adalah serba-serbi mengani perbendaan lovebird jantan dan lovebird betina yang saya ambil dari tulisan Siti Nuramaliati Prijono dalam buku berjudul Lovebird terbitan Penebar Swadaya.
A. Berdasarkan penampilan luar.
Menurut Siti Nuramaliati, berdasar tingkat kesulitan untuk membedakan jenis kelamin lovebird (dan burung secara umum) maka dapat dibedakan 3 kelompok lovebird. Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok dimorfik (jenis kelaminnya sangat jelas dapar dibedakan), kelompok intermediate (jenis kelaminnya agak sulit dibedakan dari penampilan burung), dan kelompok lovebird kacamata (perbedaan jenis kelaminnya tidak konsisten). Namun secara umum pada banyak jenis lovebird relatif mudah dibedakan jenis kelaminnya dengan melihat pada penampilan luarnya.
a. Kelompok lovebird dimorfik
Beberapa jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok dimorfik di antaranya lovebird abisinia, lovebird madagaskar dan lovebird muka merah.
1. Lovebird abisinia (Agapornis taranta)
- Lovebird jantan berat badan 65 gram, dahi berwarna merah.
- Lovebird betina berat badan 55 gram, dahi berwarna hijau.
2. Lovebird madagaskar (Agapornis cana)
- Tidak ada perbedaan berat badan antara lovebird jantan dan lovebird betina.
- Lovebird jantan kepala dan leher berwarna abu-abu
- Lovebird betina bulu tubuh keseluruhannya berwarna hijau
3. Lovebird muka merah (Agapornis pullaria)
- Lovebird jantan: dahi dan muka berwarna merah-oranye, tunggir (bulu di atas pantat, di bawah ujung lipatan sayap) berwarna biru muda, bulu terbang dan bagian bawah bulu sayap berwarna hitam.
- Lovebird betina dahi dan muka lebih didominasi warna oranye dibandingkan warna merah, bagian bulu penutup sayap berwarna hijau dan di tepi sayap berwarna kekuningan.
b. Kelompok intermediate
Dua jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok intermediate adalah lovebird black collared dan lovebird muka salem.
1. Lovebird black collared (Agapornis swinderniana)
Lovebird jantan dan betina sangat sulit dibedakan dan tampak serupa dalam penampilan luarnya.
2. Lovebird jantan dan betina serupa dalam penampilannya, meskipun pada umumnya lovebird betina mempunyai bulu di bagian kepala dengan warna yang lebih pucat.
c. Kelompok lovebird kacamata
Empat jenis lovebird yang termasuk dalam kelompok lovebird kacamata adalah lovebird nyasa (Agapornis lilianae), lovebird pipi hitam (Agapornis nigrigenis), lovebird topeng (Agapornis personata), lovebird fischer (Agapornis ficheri).
Keempat jenis lovebird ini sangat sulit dibedakan antara jantan dan betina. Meskipun demikian ada sedikit perbedaan berat badan antara jantan dan betinanya. Satu keunikan dari lovebird kelompok kacamata adalah pada saat menjelang musim berkembangbiak burung betina akan membawa bahan sarang di bawah bulu tunggir dan bulu punggung bagian bawah.
B. Membedakan jenis kelamin tidak berdasarkan penampilan luar.
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya berdasarkan penampilan luarnya yang spesifik maka akan sulit untuk membedakan lovebird jantan dan lovebird betina. Pada kejadian ini makan ada beberapa cara untuk digunakan memnedakan lovebird jantan dan lovebird betina.
a. Bentuk tubuh.
Lovebird betina cenderung memiliki tubuh yang kekar dan lebih berat. Namun kriteria ini tidak mutlak sifatnya.
b. Warna
Lovebird jantan mempunyai warna yang lebuh terang dari lovebird betina. Meskipun demikian hal itu tidak selalu benar karena warna bulu juga tergantung pada makanan, iklim, dan variasi geografis.
c. Cara bertengger
Lovebird betina bertengger dengan jarak antarkaki lebih lebar dibandingkan lovebird jantan.
Perbedan jantan dan betina dari bukaan kaki (Foto: Repro dari Buku
 Lovebird)
Perbedan jantan dan betina dari bukaan kaki (Foto: Repro dari Buku Lovebird)
d. Bentuk ekor
Lovebird betina mempunyai ekor dengan bentuk lebih rata dibandingkan pada ekor lovebird jantan yang berbentuk agak meruncing.
Perbedan jantan dan betina dari bentuk ekor (Foto: Repro dari Buku
 Lovebird)
Perbedan jantan dan betina dari bentuk ekor (Foto: Repro dari Buku Lovebird)
e. Membangun sarang
Kegiatan membangung sarang lebih intensif dilakukan oleh lovebird betina ketimbang jantan. Lovebird menggigit-gigit di luar sarang pada cabang-cabang dan batang yang lebih tebal. Lovebird betina akan megambil kulit kayu dan mengumpulkannya untuk membuat sarang, sedangkan lovebird jantan menyuapi lovebird betina. Namu hal ini juga tidak mutlak karena ada lovebird jantan yang juga aktif mengumpulkan bahan sarang.
f. Perabaan pada tulang pubis (supit urang).
Lovebird memiliki dua tulang pubis (supit urang) pada bagian pinggulnya. Pada musim berkembang biak, tulang pubis lovebird betina menjadi lebih elastic dan jarak antara kedua tulang pubis tersebut melebar karena pengaruh hormone. Keadaan tersebut dapat dirasakan dengan rabaan tangan. Pada lovebird jantan, jarak antara dua tulang pubis tersebut sempit. Teknik perabaan ini hanya dapat digunakan bila kegiatan seksual lovebird betina dengan aktif.
g. Pemeriksaan dengan alat laparoscopy
Untuk mengetahui jenis kelamin lovebird juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat laparoscopy. Lovebird yang akan diperiksa jenis kelaminnya harus dibius dulu. Setelah itu dilakukan operasi kecil pada bagian kiri tubuh burung di antara tulang rusuk, tulang pinggang dan tulang paha. Dari bagian yang dioperasi itu dimasukkan alat laparoscopy untuk melihat ada tidaknya ovary (indung telur). Jika ada ovari maka lovebird tersebut dipastikan betina. Cara ini hanya bisa dilakukan jika burung sudah dewasa.
h. Pemeriksaan DNA
Cara lain untuk mengetahui jenis kelamin lovebird adalah dengan menguji DNA yang dapat diperoleh dari darah atau bulu burung. Setelah DNA diekstrak dengan larutan tertentu dan proses lebih lanjut, lalu hasilnya dipotret dengan Polaroid. Apabila dalam foto tersebut terlihat dua pita maka lovebird tersebut dapat dipastikan berkelamin betina. Namun jika terlihat hanya satu pita, lovebird itu bias dipastikan jantan.
Cara ini dianggap lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Namun biaya uji DNA sangat mahal. Selain itu di Indonesia belum banyak laboratorium yang menawarkan jasanyan untuk memeriksa jenis kelamin burung dengan uji DNA.
Pasangan sejenis juga bercumbu
Pada jenis lovebird yang tidak dapat dibedakan antara jantan dan betinanya berdasarkan bentuk tubuh dan warna bulunya sering terjadi kesulitan untuk memperoleh pasangan yang sesuai,.
Sering terlihat dua ekor jantan berperilaku seperti pasangan lovebird yang berlainan jenis. Hal yang sama juga terjadi pada dua lovebird betina. Bahkan pada pasangan lovebird betina ini apabila bertelur maka jumlah telurnya akan lebih banyak dari pasangan yang normal, tetapi telur tersebut tidak fertile alias tidak akan menetas jika dierami.
Hal yang membedakan antara pasangan jantan-jantan dan betina-betina adalah pada pasangan jantan-jantan tidak akan membuat sarang karena perilaku itu hanya milik lovebird bertina.
Ada yang menyatakan bahwa lovebird jantan adalah yang menyuapi pasangannya sedangkan betina yang disuapi. Tetapi hal ini tidak benar karena lovebird betina juga sering menyuapi lovebird jantan untuk menarik perhatian si jantan.
Juga tidak benar bahwa lovebird betina memiliki paruh dan kepala yang lebih kecil ketimbang lovebird jantan. Dan tidak tentu benar bahwa lovebird jantan memiliki kepala yang lebih lebar dengan paruh yang lebih runcing. (*)
Semoga bermanfaat.
SUMBER:http://agroburung.com/2009/12/20/membedakan-jenis-kelamin-lovebird/

“Lovebird beauty contest” sebuah keharusan: Peluang penangkaran burung saat ini dan masa mendatang (5)

Kontes keindahan burung lovebird
Lovebird Beauty Contes salah satu cara untuk memperluas pasar lovebird
Pengantar: Untuk artikel serial prospek penangkaran burung kali ini saya menekankan lagi ide Bird Beauty Contest yang dalam hal ini khusus untuk lovebird agar burung ini bisa dipertahankan pada harga normal dan terhindar dari kejatuhan harga yang tak terkendali alias terjun bebas.
Masalah Bird Beauty Contest ini pernah saya tulis beberapa tahun lalu. Bisa dilihat misalnya pada artikel Bird Beauty Contest dan “Kontes Lagu Galur Murni”.
Dari sekian eksperimen penangkaran yang pernah berhasil saya kelola dengan baik adalah penangkaran burung lovebird. Artinya, memang dari penangkaran burung lovebird itulah saya mendapatkan hasil yang berarti. Sementara untuk penangkaran burung jenis lainnya, bisa dikatakan saya belum sempat menikmati hasilnya karena keburu dilanda rasa bosan sebelum mendapat apa-apa selain pengalaman dan sedikit ilmu penangkaran.
Saya katakan “sedikit” karena kalau saat ini saya banyak mengetahui seluk-beluk penangkaran justru dari pengalaman teman-teman penangkar lain yang selalu terbuka berbagi ilmu penangkaran. Dari bekal “mengumpulkan” informasi dan pengalaman para penangkar dengan jenis atau ragam burung itulah saya mendapat bekal untuk mengelola blog yang sedang Anda kunjungi saat ini.
Lovebird impor
Apakah menangkarkan burung lovebird memang mudah? Tentu saya tidak bisa menjawab serta merta pertanyaan seperti ini. Hanya saja, dibandingkan dengan burung jenis lain, burung paruh bengkok yang satu ini relatif bisa ditangkarkan dengan dua cara yang sama-sama bisa berhasil, yakni dengan kandang soliter (sepasang-sepasang) dan dengan kandang koloni, atau beberapa pasang berada dalam satu kandang besar dan tiap pasangan punya glodok untuk beranak-pinak sendiri-sendiri.
Ya, minimal dengan adanya informasi bahwa burung lovebird relatif mudah ditangkar itulah saat ini sedemikian merebak penangkaran burung lovebird di mana-mana. Terlepas dari tingkat kesulitan yang dihadapi masing-masing penangkar, dan tentu saja banyak yang sampai gagal dan menyerah, fakta menunjukkan peredaran burung lovebird di masyarakat terus bertambah. Belum lagi saat ini masih terus saja mengalir masuk ke Indonesia burung-burung lovebird impor, baik langsung dari Eropa (sentra penangkaran burung lovebird yang besar saat ini ada di Eropa) atau masuk melalui Thailand, dan juga burung-burung lovebird Taiwan.
Prospek penangkaran lovebird
Jika kembali kepada tema utama serial penulisan tentang burung kali, maka pertanyaan utamanya adalah bagaimana prospek penangkaran burung lovebird di masa mendatang?
Kalau berbicara mengenai prospek penangkaran tentu berkaitan dengan bagaimana produk dari penangkaran itu bisa terserap pasar. Selama masih ada pasar yang menyerap, selama itu pula penangkaran burung lovebird akan berjalan. Saat ini, jelas pasar terus menyerap berapapun jumlah burung lovebird yang beredar. Masalahnya adalah, sampai kapan?
Untuk menjawab pertanyaan tentang ketahanan pasar dalam menyerap burung lovebird, ada pertanyaan lain yang harus dijawab dulu: Siapa sebenarnya konsumen burung lovebird terbesar saat ini?
Dalam asumsi saya, maka penyerap utama burung lovebird di pasaran adalah para (calon) penangkar. Mereka yang sudah menangkarkan tergerak terus untuk berburu calon indukan untuk ditangkarkan sementara mereka yang belum pernah menangkar sedang memulai menangkarkan burung lovebird.
Ditilik dari pergerakan harga lovebird saat ini, maka burung lovebird yang banyak diburu saat ini justru adalah burung lovebird dengan warna unik seperti lutino, albino atau burung lovebird dengan bulu trotol-trotol warna-warni atau dikenal dengan nama pasaran lovebird blorok.
Pergerakan harga burung lovebird tersebut sesungguhnya sangat bertolak belakang dengan situasi arena lomba burung kicauan saat ini, di mana lovebird yang dihargai tinggi adalah burung dengan volume keras, crecetan panjang dan memiliki semangat tempur yang baik alias siap tanding suara dalam kondisi lingkungan seperti apapun juga.
Pondasi rapuh
Fakta tersebut menurut saya sangat “rapuh” jika digunakan sebagai pondasi berkembangnya penangkaran burung lovebird saat ini. Sebab, ketika burung lovebird hasil para penangkar lama membanjiri pasaran, ketika para penangkar pemula merasa putus asa karena ternyata menangkar burung lovebird tidak segampang yang mereka bayangkan, dan pada saat yang sama para calon penangkar baru mengurungkan niatnya untuk menangkar burung karena melihat “kegelisahan” para penangkar pemula, maka pasar burung lovebird bakal runtuh.
Artinya, itulah waktu harga burung lovebird bakal turun, entah perlahan-lahan atau bahkan terjun bebas.
Bisakah hal itu dicegah? Menurut saya BISA selama ada niat bersama, baik tumbuh bersama-sama maupun dimulai dari sebuah komunitas tertentu, untuk mencegahnya. Niat apa? Ya tentu saja adalah memperluas pasar. Para penangkar burung lovebird atau para penghobi burung lovebird yang sudah eksis saat ini, harus membuka kemungkinan terbukanya pasar (lain) dari burung lovebird di luar pasar yang sudah ada saat ini.
Diversifikasi pasar: Lovebird beauty contest
Pasar burung lovebird mau tidak mau harus didiversifikasi. Perlebar dan perluas kecintaan pada burung lovebird di masyarakat dengan cara mensosialisasikan dan menggelar LOVEBIRD BEAUTY CONTEST. Jika komunitas penggemar burung lovebird bisa menggelar acara itu dengan branding yang kuat, maka burung lovebird tidak akan hanya disukai karena crecetan suaranya dan juga bukan karena “peluang investasi dengan harga karbitannya”.
Lovebird beauty contest akan mendorong orang untuk mulai menyukai burung lovebird karena keunikan perilaku dan keindahan bulunya sebagaimana kecintaan orang kepada hamster, kelinci, reptil, kucing, anjing dan beberapa jenis hewan yang dipelihara sebagai “binatang kesayangan”. Gelaran lovebird beauty contest akan memotivasi orang untuk memelihara burung lovebird dengan lebih memperhatikan kesehatan dan keindahannya karena masalah itulah yang akan dinilai dalam lovebird beauty contest dan bukan crecetan suaranya.
Buka kelas yang berbeda-beda
Kalau sekarang ini banyak orang berburu lovebird lutino, albino atau blorok, lantas apakah burung-burung dengan warna seperti itu yang akan dinilai sebegai burung yang indah dalam lovebird beauty contest? Tentu SALAH BESAR jika kita berasumsi atau berniat menggelar lovebird beauty contest dengan standar seperti itu.
Blorok, albino, lutino, pastel, biru, ungu dan sebagainya adalah warna-warna mutasi pada lovebird. Tentu harus ada kelas tersendiri dalam lovebird beauty contest misalnya “kelas lovebird mutasi”. Sementara untuk burung lovebird non-mutasi harus dibuka kelas yang berbeda-beda juga sesuai dengan spesies yang ada dan beredar di pasaran.
Untuk menggelar kontes keindahan atau kecantikan lovebird, kita tidak perlu membuat standar yang rumit karena sebenarnya di luar negeri sudah berkembang kontes seperti itu.
African Lovebird Society (ALS) misalnya, sudah menetapkan standar penilaian untuk kontes lovebird.
Standar yang digunakan adalah sebagai saya copykan dari web aselinya dan saya pasang di bagian bawah artikel ini.
Asyiknya lovebird beauty contest
Apakah lovebird beauty contest gampang diadakan? GAMPANG SEKALI dan menurut saya malah lebih simpel ketimbang lomba burung kicauan.
Lovebird beauty contest bisa diadakan di dalam ruangan indoor atau di dalam gedung. Begitu pemiliknya mendaftarkan burung pada pagi hari misalnya, maka dia bisa berkeliling melihat burung lain atau malah meninggalkan tempat untuk berecengkerama dengan peserta lain atau juga berkeliling kota bersama keluarga karena burungnya berada dalam penjagaan panitia di meja kontes sesuai nomer pendaftaran dan kelasnya.
Lovebird beauty contest bisa dilaksanakan seperti halnya kontes ikan atau kontes aglonaema atau kontes adenium. Burung lovebird dipajang dengan nomor urut tertentu dan berderet sesuai kelasnya, pemilik bisa kongkow-kongkow bersama peserta lain dan tidak saling menjauh seperti halnya kontes burung berkicau yang pesertanya takut burungnya tempur duluan dengan burung peserta lain sebelum bertanding.
Peserta lovebird beauty contest juga bisa membawa jagoan dalam jumlah banyak yang bisa ditata bertumpuk dalam sangkar kotak kecil tetapi kuat yang bisa diangkut secara nyaman dengan sepeda motor atau mobil.
Di luar negeri, bird beauty contest untuk burung kenari misalnya bahkan bisa berlangsung selama 7 hari dengan peserta ribuan (satu peserta ada yang membawa sampai puluhan burung jagoan). Selama berada di gedung tempat kontes, panitia menjaga burung-burung itu, termasuk mengganti pakan dan minum pada pagi hari dengan pakan yang disiapkan pemiliknya di dekat sangkar burung.
Yang jelas lovebird beauty contest akan merupakan ajang silaturahmi yang benar-benar bisa membaurkan pesertanya untuk saling kenal lebih dekat dan akrab karena mereka nyaris tidak perlu lagi risau dengan burung-burung gacoannya. Asyiklah pokoknya.
Berkaitan dengan tema artikel ini, maka jelas pula bahwa lovebird beauty contest akan bisa mempertahankan harga burung lovebird pada proporsi dan logika yang benar. Lovebird beauty contest akan memberi pondasi yang sangat kokoh pada keberlanjutan usaha penangkaran burung lovebird.
Jika para penangkar burung lovebird atau komunitas burung lovebird melupakan usaha diversifikasi pasar dengan salah satunya adalah memelopori atau memberi dukungan baik moril maupun materiil kepada lovebird beauty contest, saya pesimis prospek penangkaran burung lovebird bisa bertahan pada kondisi saat ini.
Jika mereka tidak peduli pada usaha diversifikasi pasar, maka mereka telah menggali lubang kubur untuk diri mereka sendiri… (Bersambung)
Show Standards for the African Love Bird
1. Beak should be neat and well tucked in; head full and round; eyes centered, clear and bright
2. Neck should be full and wide
3. Shoulders should have no appearance of the neckline
4. Breast should be deep, broad, and well rounded, tapering gradually to the tail
5. Back line should not be slack or hollow; almost straight
6. Wings should be held neatly in line with the body; flights must not droop or cross
7. Tail should be held neatly in line with body
8. Legs and feet should be straight and strong, firmly gripping the perch

Winner of the 1994 Great American
Medium green peachfaced Love Bird
Owned by Karl and Jean Wiley
Photo by Wayne Davis
Scale of Points
Size
15
Conformation
45

Head 15

Body 15

Wing&Tail 10

Feet 5
Color
15
Condition
15
Deportment
10


1995 National Show Winner at Home
Male Madagascar Love Bird
Owned by Jim and Janet Landvater
Photo by Landvater/Crow
Scale of points for Pied, Whitefaced, and Eye-ring Love Birds
Size
15
Conformation
35

Head 10

Body 10

Wing&Tail 10

Feet 5
Color
25
Condition
15
Deportment
10  

Kandang penangkaran burung

Memenuhi permintaan sejumlah teman, berikut ini saya sajikan gambaran kasar kandang penangkaran. Model kadang penangkaran ini bisa digunakan untuk kandang berbagai macam burung, tinggal disesuaikan ukurannya.
Tetapi sesungguhnya kandang penangkaran tidak ada yang ideal sebab semuanya diawali dengan kondisi yang ada saja. Bisa jadi Anda punya bekas kamar mandi, kamar kost-kostan dsb yang bisa disulap jadi kandang penangkaran. Yang penting, sirkulasi udara cukup dan syukur2 dapat sinar matahari pagi.
BAGIAN DALAMkandang-bagian-dalam1
Keterangan:
A + B = lokasi untuk penempatan sarang; dalam satu kandang bisa diberi dua atau tiga tempat biar burung memilih sendiri mau bersarang di mana.
C = Atap tertutup
D= Atap terbuka (digunakan kawat strimin)
E= Wadah air (untuk mandi)
F= Lokasi/wadah pakan/air untuk minum
G=Tangkringan
Panjang x lebar x tinggi:
1. Untuk murai batu, anis merah, anis kembang dll burung ukuran sedang, disesuaikan dengan lebar kawat strimin di pasaran sehingga tidak repot mengerjakannya ==> panjang  dan lebar = 90 cm; tinggi 180 cm.
2. Untuk cucak rowo, jalak bali dsb ukuran bisa dua kali dari ukuran di atas.
3. Kandang untuk penangkaran secara koloni spt LB, gelatik, parkit dll disesuaikan.
Bahan:
Sebenarnya bahan bisa dari apa saja asal kuat.
Batas samping kanan-kiri dan belakang  =  dinding/ tembok  atau papan yang tahan lama dsb.
Atas = bagian yang tertutup bisa langsung di atasnya adalah genting  dengan semua bagian kandang sudah tertutup kawat strimin.
Tangkringan = kayu asem, kayu jati serutan dll yang penting keras, dengan diameter sekitar 2 – 3 cm.
Papan tempat pakan (F) kayu yang kuat.
TAMPAK DEPAN
kandang-bagian-luar
Keterangan:
A. Kawat strimin sehingga burung bisa terlihat dari luar untuk pengecekan.
B. Jendela untuk keluar masuk tangan mengganti air minum dan pakan.
C. Papan/tembok tertutup
D. Pintu untuk keluar masuk  orang.
KOTAK SARANG
Berikut ini adalah kotak sarang, khususnya untuk burung seperti JS atau MB (kalau MB dengan ukuran lebih pendek). Bahan dari kayu yang kuat:
kotak-sarang-js1
Untuk kotak seperti itu, jika digunakan untuk MB atau  AK misalnya, ukuran bisa lebih kecil. Tetapi, untuk MB, AK dsb, dia lebih suka kalau untuk wadah sarang adalah yang menggunakan bambu dengan diameter 15 cm-an, seperti di bawah ini:
wadah-sarang-dari-bambu
Keterangan:
Untuk diameter bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pemasangan, bisa dipakukan ke tembok/dinding. Dalam satu kandang bisa diberi dua atau tiga buah agar burung milih mau tinggal bersarang di yang sebelah mana.
Sementara itu untuk wadah sarang CR atau jalak bali , bisa digunakan wadah sarang seperti di bawah ini:
wadah-sarang-untuk-cr
Selain itu ada wadah sarang alternatif yang juga disukai cucar rowo (CR) yang terbuat dari kelapa tua yang dibelah jadi dua dan diambil dagungnya dan tempurungnya, seperti di bawah ini:
wadah sarang-kulit-kelapa
KERANGKA SARANG DAN PAKAN ANTI-SEMUT
Untuk tempat sarang dan juga tempat pakan anti-semut, bisa dibuatkan kerangka tersendiri seperti di bawah ini:
rangka-wadah-pakan
BAHAN PENYUSUN SARANG:
Di dalam kandang juga perlu disiapkan bahan penyusun sarang berupa merang atau daun cemara/pinus. Sebagian dimasukkan ke kotak wadah sarang untuk merangsang burung membikin sarang dan sebagian besar lainnya diletakkan di lanyai kandang di tempat yang kering.
PENUTUP
Demikian serba sedikit mengenai gambaran kandang penangkaran yang bisa saya sampaikan.
Hal detail bisa kita diskusikan.

Tips dan info lain:

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).
Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.
2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.
3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Om Kicau Hotline yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung.
SUMBER:http://omkicau.com/2009/02/25/kandang-penangkaran-burung/

Menangkar burung cucak ijo


Banyak sekali penghobi burung yang berniat menangkarkan cucak ijo atau cucak hijau. Pertanyaan standar yang disampaikan adalah bagaimana memilih calon indukan cucak ijo yang bagus serta menjodohkan cucak ijo tersebut.
Sebenarnya ada beberapa penangkar cucak ijo yang sudah sukses. Di web kicaumania.org misalnya pernah Om Bambang Is Malang (Moderator Breeding Kacer/Burung lain KM) bercerita tentang sukses dia menangkarkan cucak ijo. Juga Om Arkum2x (Moderator Breeding KM) yang bercerita melakukan eksperimen breeding cucak ijo di tempat temannya.
Hanya saja, karena secara ekonomi menangkar cucak ijo tidak menguntungkan, maka banyak yang ditinggalkan. Para penangkar lebih suka menangkar murai batu, cucakrowo, kenari atau lovebird.
Sedangkan cerita yang ingin saya sampaikan adalah kisah sukses menangkar cucak ijo yang pernah dilakukan Lintang Songo BF Solo. Tetapi ya itu, karena “tidak ekonomis”, maka Lintang Songo BF hanya menangkarkan jalak bali, cucakrowo dan murai batu. Dalam sejarah perjalanannya, Lintang Songo BF sukses menangkarkan jalak suren, jalak putih, kacer, anis kembang dan cucak ijo. Khusus untuk cucak ijo, hanya beranak sampai dua kali dan setelah itu ditinggalkan. Penangkaran lain seperti jalak suren, jalak putih, kacer dan anis kembang juga ditinggalkan. Yang bertahan dan dikembangkan serius adalah jalak bali, dan cucakrowo. Sedangkan murai batu, hanya disisakan satu indukan bagus, Hercules dengan betina anakan dari Alpacino.
Kandang, indukan, penjodohan
Proses penjodohan seperti dilakukan Om Angin (KM). (Foto: Koleksi Om Angin di photobucket.com)
Untuk memilih indukan jantan, pilih saja cucak ijo yang sehat, tidak cacat fisik dan gacor dengan perkiraan usia di atas 2 tahun. Sedangkan betinanya, bisa dipilih yang usia di atas 1 tahun, mulus dan sudah mau bunyi kalau didekatkan dengan cucak ijo jantan. Pilihlah jantan dan betina yang jinak, dalam arti tidak takut lagi dengan manusia. Soal asal cucak ijo, pilih sesuai keinginan Anda. Bisa asal Sumatera, Blora, Jember, Banyuwangi atau dari manapun.
Setelah calon indukan dipilih kemudian kita melakukan proses penjodohan. Proses penjodohan bisa dilakukan dengan kandang penjodohan, yakni sangkar bersekat yang sekatnya bisa kita ambil sewaktu-waktu. Jika tidak punya sangkar sekat, bisa gunakan sangkar harian biasa.
Penjodohan dilakukan dengan selalu menempelkan sangkar si jantan dan betina berdempetan. Dengan posisi ini, maka jantan yang sudah birahi pada tahap awal akan selalu berkicau mengarah si betina. Si betina juga akan menanggapi dengan siulan-siulan khas betina. Jika belum mau berjodoh, betina akan menghindar dengan cara menjauh dan bersikap cuek. Proses penjodohan ini bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung dari kondisi birahi masing-masing.
Ada baiknya dalam proses penjodohan ini kita memperhatikan apa yang pernah disampaikan Om Arkum. Dia mengatakan bahwa dalam tahap penjodohan, dia biasanya melihat dulu apakah burung secara umur sudah siap atau belum, kemudian sudah birahi atau belum. Faktor birahi sangat mempengaruhi proses penjodohan, cepat atau tidak dan berantem atau tidak dan ini juga di pengaruhi umur burung. “Trik yang sering saya pergunakan untuk menjodohkan burung adalah dengan kandang sekat. Jadi suatu saat untuk melihat jodoh atau tidak, saya tinggal menarik pembatas kandang sekat yang ada di tengah,” katanya.
Proses penjodohan, dengan memandikan bareng, seperti dilakukan Om Angin (KM). (Foto: Koleksi Om Angin di photobucket.com)
Untuk membuat burung cepat jodoh, dia biasanya melakukan hal sebagai berikut:
1. Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasa, misal jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
2. Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya
3, Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan. Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.
Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh.
Proses penjodohan seperti itu pula yang dilakukan Mas Samino di Lintang Songo BF Solo. Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.
Untuk mengetahui apakah mereka bisa akur atau tidak, sesekali mereka dicampur terutama di saat dimandikan di karamba. Kalau mereka tidak tengkar, maka bisa dicoba dijadikan satu. Kalau masih ada tanda-tanda bertengkar, maka perlu dipisah lagi. Lakukan hal itu sampai burung benar-benar mau dikumpulkan jadi satu tanpa saling serang.
Sekadar tips dari saya, jika burung Anda sulit atau lama berjodoh, maka Anda bisa menggunakan BirdMature. BirdMature adalah produk untuk meningkatkan birahi burung secara cepat, terutama untuk burung-burung penangkaran. BirdMature sudah teruji di kandang penangkaran lovebird punya Om Dwi, DT BF Jogja, dan penangkaran murai batu Black BF Cilacap.
Setelah penjodohan selesai, maka kedua burung langsung dimasukkan ke kandang penangkaran.
Manajemen pakan penangkaran cucak ijo
Untuk persoalan penyediaan sarang dan sarana-prasarana lain, Anda bisa melihatnya lagi di artikel Kandang penangkaran burung. Sementara untuk penangkaran dengan sangkar gantung, meski sudah berhasil bertelur  seperti yang dilakukan Om Angin Jakarta, tetapi belum ada informasi apakah sudah bisa menetas (sudah terjadi perkawinan, mengeram tenang dan menetas). Sedangkan untuk masalah pakan, burung cucak ijo bisa saja diberikan dengan pola standar berupa voer, serangga, cacing dan buah-buahan. Namun demikian pemberian pakan untuk burung penangkaran harus lebih banyak porsinya ketimbang burung untuk peliharaan harian.
Cucak ijo betina dan telur di sangkar gantung punya Om Angin. (Foto: Koleksi Om Angin di photobucket.com)
Hanya saja, perlu diingat, pemberian asupan yang tidak seimbang justru akan memperlama proses produksi. Penggunaan voer untuk ayam broiler misalnya, memang meningkatkan jumlah protein, tetapi pada saat yang sama jumlah lemaknya pun banyak. Padahal, burung penangkaran yang kegemukan, akan sulit bereproduksi dengan baik. Begitu juga dengan voer yang biasa digunakan untuk burung kicau harian, secara umum sudah baik, namun kandungan mineralnya seringkali tidak bisa kita pastikan karena banyak voer yang dijual tanpa disertai keterangan komposisi isi yang memadai. Dalam kaitan inilah saya menyarankan ke beberapa penangkar untuk memberikan multi vitamin dengan komposisi yang pas untuk burung.
Multivitamin yang bagus setidaknya mengandung vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate. Untuk referensi ini, silakan baca tentang produk BirdVit.
Pada saat yang sama, burung di penangkaran membutuhkan mineral yang komplit dan seimbang. Unsur Ca dan K misalnya, harus benar-benar tercukupi sehingga proses pembuatan cangkang telur bisa berlangsung dengan baik. Lebih dari itu, kekurangan mineral pada burung akan menyebabkan beberapa kendala dalam penangkaran, antara lain bulu lemah, tidak mulus, kusam; terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); paralysa (lumpuh); perosis (tumit bengkak); anak burung mati setelah menetas; mengalami urat keting (tendo); terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; tidak juga segera bertelur, telur kosong, produktivitas rendah, dan daya tetas rendah, serta kematian embrio tinggi. Untuk menghindari hal itu, ada baiknya Anda mengetahui masalah mineral burung.
Masa mengeram
Indukan cucak ijo Om Bambang Is (KM). (Foto: Koleksi Om Bambang Is di photobucket.com)
Seperti halnya penangkaran burung pada umumnya, cucak ijo membutuhkan lingkungan yang tenang. Paling tidak, harus terbebas dari gangguan predator (kucing, tikus dll). Sementara untuk menghindarkan burung dari serangan penyakit yang berasal dari parasit, maka Anda harus memastikan kandang yang relatif bebas parsit dan serangga pengganggu seperti semut dan kecoak.
Parasit pengganggu burung di penangkaran ada macam-macam. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan betina tidak nyaman dalam mengeram. Akibatnya, burung tidak tenang dan selalu turun dari sarang. Jika ini berulang terjadi, maka dipastikan telur tidak bisa menetas karena tidak mendapatkan suhu pengeraman yang stabil. Kadang-kadang, gangguan parasit juga menyebabkan indukan berlaku agresif dan bisa mengobrak-abrik sarang, makan telur sendiri, dan lain-lain.
Selama masa mengeram, ekstra fooding perlu dikurangi dengan tujuan agar kedua burung tidak naik birahinya yang juga sering menyebabkan mereka berlaku agresif baik terhadap pasangan amupun terhadap telur yang sedang dierami.
Setelah usia pengeraman 14 hari, maka telur burung cucak ijo akan menetas. Untuk mengantisipasi masa menetas, maka mulai hari ke-12 pengeraman, Anda perlu meningkatkan jumlah ekstra fooding dan menyediakan kroto sebagai pakan pertama yang akan diberikan indukan kepada anakannya.
Manajemen anakan
Piyikan cucak ijo Om Bambang. (Foto: Koleksi Om Bambang Is)
Dua piyikan cucak ijo Om Bambang Is. (Foto: Koleksi Om Bambang Is)
Jika telur telah sukses menetas, maka anakan cucak ijo bisa Anda petik antara usia 5-10 hari. Kalau kurang dari 5 hari, kondisi burung terlalu lemah dan kadang menyulitkan kita untuk menyuapkan pakan. Sementara jika lebih dari 10 hari, burung sudah takut dengan manusia. Akibatnya, mereka takut disuapi dan pada saat yang sama mereka belum bisa makan sendiri. Selanjutnya, ya bisa mati-lah anak-anak cucak ijo.
Anak-anak cucak ijo bisa Anda letakkan di wadah apa saja yang penting ada landasan dengan bahan yang sama dengan yang dibuat untuk membuat sarang di kandang penangkaran. Untuk landasan teratas bisa kita beri kapas agar lembut dan tidak melukai anakan burung. Anakan di wadah khusus itu kemudian bisa Anda letakkan di dalam kotak kayu atau kotak apa saja, dengan diberi lampu penghangat.
Piyikan Om Bambang Is. (Foto: Koleksi Om Bambang Is)
Sedangkan untuk pakan anakan cucak ijo yang diambil pada usia 5-10 hari, Anda bisa menyiapkan kroto yang benar-benar bersih dari kotoran dan bangkai semut. Suapkan perlan-pelan dengan alat suap yang bisa Anda buat seperti penjepit yang terbuat dari bambu. Atau Anda bisa membuat dengan bentuk apapun yang penting bisa untuk menyuapkan kroto ke paruh burung anakan. Kroto yang akan Anda berikan, perlu ditetes air sedikit sehingga memudahkan burung anakan untuk menelannya.
Untuk burung-burung di atas usia 7 hari, Anda juga bisa memberikan kroto yang dicampur dengan adonan voer. Untuk memastikan kecukupan vitamin dan mineral anakan burung, Anda perlu menambahkan BirdVit ke dalamnya.
Anakan burung pada usia 15 hari ke atas, Anda sudah bisa mulai memberikan jangkrik kecil yang dibersihkan kaki-kakiinya, dan dipencet kepalanya. Atau kalau untuk pemberian di masa-masa awal, jangan disertakan kaki dan kepalanya. Lebih baik lagi kalau Anda bisa memberikan jangkrik yang sedang mabung, yakni masih lembut dan berwarna putih.
Ketika anakan burung sudah mulai meloncat-loncat kuat di dalam boks sarang, Anda bisa memindahkannya ke dalam sangkar gantung. Hanya saja perlu diingat, dasar sangkar gantung tetap diberi landasan bahan yang sama dengan bahan pembuat sarang. Tujuannya adalah mencegah kaki burung anakan cedera. Sementara untuk tangkringan harus dibuat bertingkat agar burung juga belajar meloncat antar tangkringan.
Sementara itu untuk manajemen indukan pasca anakan diambil, Anda bisa menyetting pakan untuk indukan seperti pada masa pasca penjodohan. Setelah anakan diambil, biasanya 7-10 hari setelahnya, betina mulai bertelur lagi. Hal ini berulang terus dan akan mengalami perubahan ketika burung mengalami masa mabung. Mabung pada cucak ijo pada umumnya memang tidak sekaligus bulu ambrol dalam rentang hari yang pendek, tetapi nyulam-nyulam.
Dengan model mabung seperti ini, maka tidak mengherankan masih ada juga cucak ijo yang tetap betelur meski bulu mulai jatuh. Namun demikian, ada juga yang berhenti berproduksi seketika. Hal ini memerlukan kecermatan Anda untuk memberikan asupan yang bagus untuk burung penangkaran, sehingga meskipun kondisi fisik terlihat tidak fit, tetapi tetap saja mau berproduksi. Lain masalahnya kalau proses nyulamnya memang tinggi, yakni bulu banyak sekali yang berjatuhan, maka Anda harus bersabar untuk menunggu burung menyelesaikan masa mabung, rekondisi dan siap lagi berproduksi.

Tips dan info lain:

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).
Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.
2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.
3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, bergabung saja dengan Om Kicau Hotline yang memberi layanan premium konsultasi perawatan dan penangkaran burung. 
SUMBER:http://omkicau.com/2010/03/31/menangkar-burung-cucak-ijo/